Cari Artikel disini

Showing posts with label Info Orangtua. Show all posts
Showing posts with label Info Orangtua. Show all posts

Kisah Menyetuh Hati, Pengorbanan Seorang Ibu Melindungi Anaknya Dari Runtuhan Gempa

Artikel ini admin peroleh dari kiriman email seorang sahabat (Herizal Alwi). Ini adalah kisah nyata tentang pengorbanan seorang ibu ketika gempa bumi melanda Jepang. Ketika gempa bumi telah reda, sewaktu regu penyelamat tiba di sebuah rumah yang telah musnah milik seorang wanita muda, diantara reruntuhan mereka melihat tubuh seorang wanita dalam posisi seperti berlutut (seperti orang yg sedang bersembahyang/berdoa), dengan badannya menunduk ke depan dan kedua-dua tangannya seperti melindungi sesuatu. Runtuhan rumah tersebut telah mengenai pada bahagian belakang dan kepalanya.
Regu penyelamat dengan susah payah untuk mencapai wanita tersebut melalui celahan runtuhan tersebut dengan harapan wanita tersebut masih hidup. Namun begitu, keadaan badan wanita tersebut yg sejuk dan kaku menunjukkan yang dia sudah tiada lagi. Regu penyelamat lantas terus meninggalkan rumah wanita tersebut.

Tiba-tiba, ketua Regu penyelamat merasakan seperti ada sesuatu yang tidak semestinya, lalu diputuskan kembali ke rumah tersebut. Dia telah berlutut sekali lagi dan coba mencapai sedaya upayanya diantara runtuhan untuk mencapai sedikit ruang kosong di bawah mayat wanita tersebut. Tiba-tiba, dia menjerit, "ada bayi, ada bayi disini!!" Lantas seluruh pasukan penyelamat bekerjasama menyingkirkan sisa runtuhan disekeliling mayat wanita tersebut. Apa yang mereka lihat ada seorang bayi lelaki yang berusia 3 bulan yang berbalut deangan selimut di dalam pelukan wanita tersebut. Ternyata wanita tersebut telah terkorban ketika melindungi bayinya. Ketika gempa bumi terjadi, dia telah menggunakan tubuhnya sebagai perisai pelindung bagi bayinya. Bayi tersebut masih nyenyak tidur ketika ketua regu penyelamat mengangkatnya keluar dari celah runtuhan.

Dokter dengan segera memeriksa keadaan bayi lelaki tersebut dan ketika docter membuka balutan selimut bayi itu, dia menemukan sebuah telepon seluler dan terpampang di layar telepon tersebut sepotong pesan bertuliskan
"SEKIRANYA KAMU SELAMAT, INGATLAH BAHWA IBU MENYAYANGIMU.."
Pesan ini telah dibaca oleh semua orang yang berada di situ, dan mereka semua menangis dan tersentuh.

"SEKIRANYA KAMU SELAMAT, INGATLAH BAHWA IBU MENYAYANGIMU.."
Begitu besarnya kasih sayang seorang Ibu...!!
Read more >>

Kasih Ibu, Rela Mati Demi Selamatkan Anak Dari Kereta Api

Pepatah yang berbunyi kasih ibu sepanjang masa memang benar adanya. Itulah yang baru saja terjadi yaitu sebuah pengorbanan seorang ibu hingga akhirnya kehilangan nyawanya demi anaknya yang sangat dikasihinya. Kisah nyata ini dialami seorang wanita asal Amerika Serikat, Susan Dibene. Dikutip dari laman Daily Mail, 10 Oktober 2011, Dibene, 33, harus meregang nyawa setelah berhasil menyelamatkan anaknya dari ancaman ditabrak kereta komuter yang melintas.



Susan Dibene akhirnya harus meninggal dunia, berkorban untuk anak agar selamat dari sambaran kereta api yang melintas

Kejadian ini bermula saat kereta dorong yang mengangkut bayinya yang baru berusia dua tahun tersangkut di rel kereta. Di saat-saat terakhir, Dibene berhasil melepaskan kereta dorong yang tersangkut dan mendorongnya keluar rel. Nahas, Dibene tidak memiliki cukup waktu menyelamatkan diri dan ditabrak oleh kereta commuter Metrolink yang melintas.

Polisi mengatakan, Dibene terburu-buru melintasi rel kereta api meski palang pintu kereta telah turun. "Dia tidak berhasil (menyelamatkan diri)," ujar pihak kepolisian Riverside, Sersan Dan Warren. "Bayinya baik-baik saja, tetapi ia (Dibene) tertabrak."
Sersan Kendall Bank menambahkan, Dibene tetap melintasi rel meski palang pintu telah turun dan lampu menyala. "Kereta dorong terjebak dan dia tidak berhasil (meloloskan diri)," kata Bank.

Suami Dibene, Paul mengungkapkan, emosinya bercampur aduk. Di satu sisi, ia kehilangan ibu dari anaknya. Di sisi lain, istrinya telah mengorbankan nyawanya. "Dia memberikan hidupnya untuk menyelamatkan anaknya. Kepanikan dan ketakutan bisa membuat Anda terdiam. Kecelakaan itu bisa saja merenggut keduanya," ujar Paul.

Pasca kecelakaan, bayi berusia dua tahun tersebut dirawat di rumah sakit setempat dan diasuh sang nenek. Sementara itu polisi dan pejabat kereta api terus menyelidiki tabrakan. Sobat yang tercinta dari kisah pengorbanan seorang ibu ini mari kita sedikit luangkan waktu setelah ini untuk ucapkan rasa terima kasih kita pada ibu kita karena pengorbanannya pada kita hingga kita menjadi manusia yang baik hingga saat ini.
Read more >>

Lansia Jatuh di Tengah Jalan, tak Seorangpun yang Menolong




Sebuah kantor berita di China melaporkan ada seorang laki-laki tua yang jatuh di tengah jalan, ia tidak bisa bangun selama 15 menit. Namun tidak ada yang menolongnya, bahkan orang-orang hanya sibuk melihat saja.

Mengapa Alasan Mereka Tidak Mau Menolong Kakek Tersebut?Pada tahun 2006 ada seseorang lelaki membantu seorang wanita tua yang duduk di lantai bus untuk berdiri, dan akhirnya malah laki-laki itu dituduh keluarga sang nenek sebagai penyebab cedera itu. Laki-laki tesebut digugat 130.000 Yuan untuk biaya pengobatan. namun kedua pihak melakukan negosiasi, si laki-laki hanya membayar 40.000 yuan saja.

Ada lagi kejadian yang menimpa seorang mahasiswa di universitas Hennan yang membantu wanita tua untuk duduk dilantai, namun sang mahasiswa tertuduh sebagai penyebab cedera wanita tua tersebut dan di dijatuhi hukuman membayar 80.000 yuan.

Dalam kejadian seperti ini, lebih baik kita memanggil polisi/ambulan. Dan, tidak semua orang yang celaka itu adalah pura-pura atau bermaksud jahat, Coba bayangkan jika yang terkapar ditengah jalan itu anggota keluarga kita?
Read more >>

6 Kisah Unik Antara Anak dan Orang Tua


Hubungan ayah dan anak bisa jadi cerita yang menarik. Kadang-kadang ada ayah yang merawat seorang anak yang ternyata belakangan baru diketahuinya bukanlah anak kandungnya atau ada keluarga yang melahirkan anak kembar yang salah satunya ternyata bukan anak kandungnya. Ada yang memperebutkan hak asuh anak bahkan adapula yang berjuang untuk menghindar dari kewajiban mengasuh anak. Malah ada suami yang hamil karena istrinya tidak subur. Aneh-aneh, begini ceritanya:

1.Suami (Bukan Istri) yang Hamil Sampai Dua Kali



Thomas Beatie, mantan ratu kecantikan Hawaii, dilahirkan sebagai wanita tetapi akhirnya memutuskan berganti kelamin melalui operasi, dan selanjutnya menikahi rekan kerjanya, seorang perempuan tentunya, Nancy. Sebagai bagian dari proses perubahan wujudnya, Beatie yang dulu bernama Tracy LaGondino, menggunakan hormon-hormon pria, seperti penumbuh kumis dan jenggot, dan merubah penampilannya layaknya seorang laki-laki maskulin. Setelah pernikahannya dengan Nancy tidak kunjung mendatangkan buah hati, karena Nancy ternyata infertile, Beatie memutuskan menggunakan rahim dan ovariumnya untuk melahirkan anaknya sendiri. Saat Beatie mengumumkan kehamilannya, dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya, kontoversi berkembang. Masalahnya Beatie sejatinya adalah seorang perempuan, tetapi negara bagian Oregon mengenalinya sebagai laki-laki dan pernikahannya dengan Nancy adalah resmi dan memperoleh segala hak dan privasinya sebagai pasangan suami-istri seperti lainnya.

2.Saudara Kembar yang Bingung Menentukan Siapa Ayah dari Anak yang Dilahirkan oleh Wanita yang Sama-sama Pernah Ditiduri



Sepasang saudara kembar, Raymon dan Richard Miller, mereka adalah ayah dan paman bagi seorang anak perempuan berusia 3 tahun. Sepertinya tidak ada yang aneh, cuma masalahnya mereka tak pernah tahu siapa yang ayah siapa yang paman. Raymon Richard telah menjalani proses persidangan selama 4 tahun untuk hak keturunan atas anak itu dimana pasangan kembar identik asal Missouri ini mengaku secara tidak sengaja telah berhubungan sex dengan wanita yang sama, Holly Marie Adams, ibu dari anak itu.

Menurut Holly, dia tidak sengaja berhubungan sex dengan keduanya pada hari yang sama. Saat Holly ditanya siapa yang menghamilinya, dia menunjuk Raymon, tapi dia meminta untuk dilakukan paternity test , dan bersama saudaranya Richard membawa hasilnya ke pengadilan. Tapi test itu tidak membantu karena hasilnya menunjukkan keduanya 99,9 persen bisa saja merupakan ayah dari sang bayi – dan keduanya ternyata tidak mau menanggung biaya hidup sang anak.

3.Pria yang Mempunyai Anak dari Sampel Spermanya yang Berasal dari 22 Tahun Yang Lalu



Pada bulan Juni 2006, Chris Biblis, mantan pasien leukimia yang sampel spermanya dibekukan saat masih remaja, menjadi ayah atas seorang bayi setelah para dokter sukses mencairkan sampelnya setelah 22 tahun. Chris masih berusia 16 tahun saat dokter memintanya melakukan radiotherapy yang mungkin akan menyebabkan dirinya infertile. Dokter merekomendasikan untuk mengambil sampel spermanya untuk penggunaan di masa depan sebelum Chris memulai terapinya. Saat ini, di usianya yang ke-38, Chris merayakan kelahiran bayi perempuannya, Stella, dari rahim istrinya. Di rahim istrinya inilah ditanam benih bayi hasil sampel sperma Chris dari 22 tahun yang lalu yang diinjeksikan ke dalam sel telur istrinya.
Penyimpanan sprema selama 22 tahun sebelum kemudian digunakan ini tercatat merupakan rekor dunia.

4.Presiden yang Mengaku Sebagai Ayah dari Seorang Anak Hasil Hubungan Gelap



Bulan April 2009, presiden Paraguay dan mantan uskup, Fernando Lugo, mengaku dia adalah ayah dari seorang anak hasil hubungannya dengan seorang wanita saat dia masih menjadi seorang uskup Katolik. Lugo, 57, mengumumkan statusnya sebagai uskup tahun 2006 saat mencalonkan jadi presiden tatapi Juli 2008 Pope Benedict XVI mengijinkannya untuk resign. Presiden mengaku memiliki hubungan khusus dengan Viviana Carrillo, 26, yang dimulai saat dia masih berusia 16 tahun, dan puteranya Gullermo Armindo, 2, lahir saat Lugo masih menjabat sebagai uskup. Lugo akhirnya mengakui ini semua 5 hari setelah Carrillo dan pengacaranya mengajukan gugatan ke penngadilan setempat.

5.Bayi Jutaan Dollar Anna Nicole dan Empat Pria yang Mengaku sebagai Ayahnya



Setidaknya ada 4 laki-laki yang mengklaim sebagai ayah kandung dari bayi Anna Nicole Smith, yang mewarisi harta jutaan dollar. Mereka adalah Howard K. Stern (pengacara Anna, sahabat dan kekasih terakhirnya), Larry Birkhead (fotografer selebritis yang mempunyai hubungan erat dengan Anna selama 2 tahun) dan Zsa Zsa Gabor's (mantan suami dan salah satu bodyguard Anna). Satu lagi laki-laki yang di masa lalu memiliki hubungan dengan Anna adalah Mark "Hollywood" Hatten yang saat ini sedang mendekam dalam penjara. Mark menyatakan bahwa dia adalah ayah dar1 anak Nicole karena Anna pernah memintanya melakukan "donasi sperma" untuk "Anna Nicole Smith sperm bank", sesuatu yang mengada-ngada dan membuatnya menerima konsekuensi dipenjara.

Akhirnya, setelah melalui berbagai keributan dan test-test DNA, mantan kekasih Larry Birkhead terbukti sebagai ayah dari sang million dollar baby, meski rivalnya, Howard K. Stern, telah merawat anak berumur 7 bulan itu sejak ibunya yang seorang Playboy Playmate's itu meninggal dengan tiba-tiba dan namanya tercantum dalam akte kelahiran bayi Anna.

6.Anak Kembar yang Berasal dari Orang Tua yang Berbeda



Wilma dan Willem Stuart adalah pasangan Belanda yang lama mengharapkan kehadiran bayi tapi gagal sebelum kemudian memutuskan mencoba IVF (pembuahan di luar rahim – bayi tabung). Hasilnya mereka harus mulai belajar bagaimana menjadi orangtua bagi anak kembar.

Tetapi saat anak kembarnya lahir, keanehan terjadi. Tidak seperti lazimnya anak kembar, Koen memiliki mata biru, rambut hitam, dan kulit pink, sedangkan Tuen memiliki mata gelap, rambut gelap, dan kulit cokelat. Sebuah test DNA menunjukkan Koen merupakan anak kandung Stuarts (berasal dari spermanya sendiri yang membuahi sel telur istrinya), tetapi Tuen ternyata bukan anak Stuart secara genetis. Meski laporan hasil investigasi tidak dipublikasikan, spekulasi muncul bahwa telah terjadi kesalahan fatal dimana pipet yang digunakan dalam proses pembuahan bayi tabung digunakan dua kali yang mengakibatkan sperma Stuart tercampur sperma orang lain.

Stuart ingat betul saat itu bersamanya ada juga pasangan kulit hitam di ruang tunggu IVF. Pihak rumah sakit kemudian menghubungi ayah biologis Tuen dan baru menyadari bahwa dia memiliki anak biologis yang dia sendiri tidak pernah mengetahuinya tetapi tidak mencoba melakukan klaim apapun, apalagi keluarga Stuart mencintai "anaknya" dan membiarkan mereka merawatnya.[mrcoppas]
Read more >>

Orang Tua Juga Ingin Populer di Facebook


Facebook tidak hanya menjadi 'racun' gila popularitas di kalangan remaja, bahkan para orang dewasa mengalami masalah yang sama.

"Aduh, orang tuaku punya akun Facebook. Gawat nih!"

Itu adalah salah satu keluhan anak-anak dan remaja saat mendapat permintaan pertemanan dari orang tua mereka di jejaring sosial mereka. Bagi sebagian anak-anak, bergabungnya orang tua mereka di Facebook bisa menjadi ancaman karena seluruh aktivitas mereka mendapat pengawasan. Tetapi sebenarnya, itu hanya permulaan, masalah yang sebenarnya timbul kala orang tua tidak ingin kalah bersaing untuk menjadi terkenal dan bertingkah 'bodoh' layaknya para remaja pengguna Facebook.

Semakin cari perhatian, semakin banyak respon. Semakin banyak pose foto yang gila-gilaan, semakin terkenal di Facebook. Hal ini tidak hanya menjadi kartu emas bagi kalangan muda untuk memperoleh popularitas di jejaring sosial, para orang dewasa ternyata menyukai hal ini. Para peneliti di University of Guelph di Kanada mempelajari fenomena ini dan bagaimana para orang dewasa dan orang tua melakukan hal-hal 'bodoh' di Facebook. Penemuan mengejutkan ini dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science.

Para orang dewasa sama seperti remaja pengguna Facebook, membocorkan rahasia pribadi dan membagi cerita-cerita yang sensitif untuk menunjukkan dirinya dan mendapatkan perhatian sehingga gila popularitas menjadi sesuatu yang menjangkiti mereka. Semakin banyak perhatian, mereka menyukainya. "Facebook tidak hanya menjadi fenomena di kalangan kaum muda," ujar Emily Christofides yang tergabung dalam tim peneliti bersama my Muise dan Serge Desmarais pada ScienceDaily.

"Kegiatan online mempengaruhi orang-orang di segala usia, para remaja dan orang tua saling berbagi cerita untuk menunjukkan diri lebih banyak ketimbang media sosial yang lain. Faktor psikologi yang sama inilah yang menyebabkan perilaku yang sama (antara orang tua dan remaja). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata remaja menghabiskan waktu 55 menit untuk Facebook, sedangkan rata-rata orang dewasa 38 menit.

"Orang dewasa sebenarnya kurang menyadari dan tidak mempertimbangkan risiko jika mereka berbagi informasi yang terlalu banyak dan pribadi di Facebook," ujar Christofides. Ketidaktahuan dan minimnya kesadaran akan aturan berperilaku di jejaring sosial karena para orang dewasa ingin populer. Mereka tidak berpikir apa risiko yang harus dihadapi jika memasang foto yang terlalu pribadi bahkan memasang status 'Sayang, terima kasih udah bikin aku puas tadi malam, enak deh...'

Semakin banyak orang yang menanggapi status, foto atau membuka informasi terlalu banyak, semakin terkenal seseorang di Facebook. Semakin aktif seseorang di Facebook, semakin banyak wilayah privasi yang dikorbankan. Berhati-hatilah jika Anda gemar duduk berlama-lama menatap layar Facebook. Tentunya jejaring sosial dapat membantu Anda mempertahankan tali persaudaraan dan pertemanan, tetapi kontrol untuk menetapkan batas privasi juga harus Anda pertimbangkan.
Read more >>

Kisah Frank

Rapat Direksi baru saja berakhir. Bob mulai bangkit berdiri dan menyenggol meja sehingga kopi tertumpah keatas catatan catatannya. “Waduhhh,memalukan sekali aku ini, diusia tua kok tambah ngaco..” Semua orang ramai tergelak tertawa, lalu sebentar kemudian, kami semua mulai menceritakan Saat saat yang paling menyakitkan dimasa lalu dulu. Gilirannya kini sampai pada Frank yang duduk terdiam mendengarkan kisah lain lainnya.

“Ayolah Frank, sekarang giliranmu. Cerita dong, apa saat yang paling tak enak bagimu dulu.” Frank tertawa, mulailah ia berkisah masa kecilnya. “Aku besar di San Pedro. Ayahku seorang nelayan, dan ia cinta amat pada lautan. Ia punya kapalnya sendiri, meski berat sekali mencari mata pencaharian di laut. Ia kerja keras sekali dan akan tetap tinggal di laut sampai ia menangkap cukup ikan untuk memberi makan keluarga. Bukan cuma cukup buat keluarga kami sendiri, tapi juga untuk ayah dan ibunya dan saudara saudara lainnya yang masih dirumah.”

Ia menatap kami dan berkata, “Ahhh, seandainya kalian sempat bertemu ayahku. Ia sosoknya besar, orangnya kuat dari menarik jala dan memerangi lautan demi mencari ikan. Asal kau dekat saja padanya, wuih,
bau dia sudah mirip kayak lautan. Ia gemar memakai mantel cuaca buruk tuanya yang terbuat dari kanvas dan pakaian kerja dengan kain penutup dadanya. Topi penahan hujannya sering ia tarik turun menutupi alisnya. Tak perduli berapapun ibuku mencucinya, tetap akan tercium bau lautan dan amisnya ikan.”

Suara Frank mulai merendah sedikit. “Kalau cuaca buruk, ia akan antar aku ke sekolah. Ia punya mobil truk tua yang dipakainya dalam usaha perikanan ini. Truk itu bahkan lebih tua umurnya daripada ayahku. Bunyinya meraung dan berdentangan sepanjang perjalanan. Sejak beberapa blok jauhnya kau sudah bisa mendengarnya. Saat ayah bawa truk menuju sekolah, aku merasa menciut ke dalam tempat duduk, berharap semoga bisa menghilang. Hampir separuh perjalanan, ayah sering mengerem mendadak dan lalu truk tua ini akan menyemburkan suatu kepulan awan asap. Ia akan selalu berhenti di depan sekali, dan kelihatannya setiap orang akan berdiri mengelilingi dan menonton. Lalu ayah akan menyandarkan diri ke depan, dan memberiku sebuah ciuman besar pada pipiku dan memujiku sebagai anak yang baik. Aku merasa agak malu, begitu risih. Maklumlah, aku sebagai anak umur dua belas, dan ayahku menyandarkan diri kedepan dan menciumi aku selamat tinggal ”

Ia berhenti sejenak lalu meneruskan, “Aku ingat hari ketika kuputuskan aku sebenarnya terlalu tua untuk suatu kecupan selamat tinggal. Waktu kami sampai kesekolah dan berhenti, seperti biasanya ayah sudah tersenyum lebar. Ia mulai memiringkan badannya kearahku, tetapi aku mengangkat tangan dan berkata, Jangan, ayah. Itu pertama kali aku  berkata begitu padanya, dan wajah ayah tampaknya begitu terheran. Aku bilang, Ayah, aku sudah terlalu tua untuk ciuman selamat tinggal. Sebetulnya sudah terlalu tua bagi segala macam kecupan.
Ayahku memandangiku untuk saat yang lama sekali, dan matanya mulai basah. Belum pernah kulihat dia menangis sebelumnya. Ia memutar kepalanya, pandangannya menerawang menembus kaca depan. Kau benar, katanya. Kau sudah jadi pemuda besar……seorang pria. Aku tak akan menciumimu lagi.”

Wajah Frank berubah jadi aneh, dan air mata mulai memenuhi kedua matanya, ketika ia melanjutkan kisahnya. “Tidak lama setelah itu, ayah pergi melaut dan tidak pernah kembali lagi. Itu terjadi pada suatu hari, ketika sebagian besar armada kapal nelayan merapat dipelabuhan, tapi kapal ayah tidak.Ia punya keluargabesar yang harus diberi makan.  Kapalnya ditemukan terapung dengan jala yang separuh terangkat dan separuhnya lagi masih ada dilaut. Pastilah ayah tertimpa badai dan ia mencoba menyelamatkan jala dan semua pengapung pengapungnya.”

Aku mengawasi Frank dan melihat air mata mengalir menuruni pipinya. Frank menyambung lagi, “Kawan kawan, kalian tak bisa bayangkan apa yang akan kukorbankan sekedar untuk mendapatkan lagi sebuah ciuman pada pipiku….untuk merasakan wajah tuanya yang kasar……untuk mencium bau air laut dan samudra padanya…..untuk merasakan tangan dan lengannya merangkul leherku. Ahh, sekiranya saja aku jadi pria dewasa saat itu. Kalau aku seorang pria dewasa, aku pastilah tidak akan pernah memberi tahu ayahku bahwa aku terlalu tua tuk sebuah ciuman selamat tinggal.”

Semoga kita tidak menjadi terlalu tua untuk menunjukkan cinta kasih kita.
Read more >>

Perjuangan Seorang Ibu

Siang itu, seorang remaja yang belum genap 18 tahun bersama ibunya tampak berada di depan sebuah kios di Pasar Baru Bandung untuk menagih pesanan barang yang belum dibayar si empunya kios. Ibu dan anaknya ini sengaja datang dari jauh untuk melunasi pembayaran uang masuk kuliah yang jatuh tempo hari itu.

Ibu : “Pak, tolong dong dibayar tagihannya. Sudah hampir 1 bulan sejak janji bapak terakhir. Ini buat bayar uang masuk kuliah anak saya. Paling lambat hari ini.”
Pemilik kios (PK) : “Wah, itu mah urusan istri saya, wong saya gak pesan. Lagian ini barang masih numpuk begini. Gini aja deh bu, minggu depan deh.”
I : “Wah, tolong deh pak.. ini buat bayar kuliah anak saya. Kalo hari ini gak bayar, bisa gak masuk…” Ibu itu mengiba memelas di depan banyak pelanggan toko itu.
PK : “Bener bu, saya juga lagi gak pegang uang. Minggu depan deh.”, Dia berkata sambil menyalahkan istrinya yang duduk di kios seberangnya, dan tak berapa lama mereka pun bertengkar.

Karena melihat tanpa harapan, sang ibu memutuskan untuk menyambangi kakak ipar suaminya yang tinggal di daerah kota. Kebetulan kakak iparnya ini cukup berpunya. Sesampainya mereka di toko saudaranya itu, mereka disapa dengan basa-basi. Sebetulnya sang ibu enggan meminta pertolongan ke saudaranya karena dahulu pernah ada salah paham dengan suaminya. Setelah menyampaikan maksud kedatangannya, keluarga itu langsung menolak secara halus dengan berkata uang tunai hari itu sudah disetor. Sekali lagi sang ibu memohon-mohon untuk dibantu, tanpa menghiraukan senyum sinis anggota keluarga dan tatapan merendahkan para pelanggan toko.

Merasa sekali lagi jalannya buntu, ibu itu menarik tangan anaknya sambil berterima kasih. Tanpa putus apa, sang ibu datang ke pihak universitas. Tapi malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, batas waktu pembayaran sudah lewat. Ibu itu memohon sekali lagi kepada seorang ibu yang ternyata menjabat bidang sekretariat penerimaan mahasiswa baru untuk bisa dibantu dalam pembayaran. Ibu yang baik hati ini menyarankan sang ibu untuk pergi menuju bank swasta tempat kliring pembayaran pendaftaran.

Sang ibu tanpa menyia-nyiakan waktu bergegas menuju bank tersebut. Waktu sudah menunjukkan pukul 15 yang artinya batas kliring sudah berlalu beberapa jam sebelumnya. Si anak disuruhnya menunggu di luar sambil berdoa. Sekitar 1 jam berlalu, 2 jam berlalu, si anak mulai gelisah karena ibunya tak kunjung keluar. Dan ketika langit sudah mulai gelap, ibunya keluar dari kantor sambil menahan isak tangis dengan sapu tangannya yang basah. Sang ibu menuntun si anak untuk masuk ke dalam kantor.

Di dalam kantor, si anak bertemu seorang ibu muda yang sedang hamil dan kemudian menyambut anak itu.”Oh, ini ya yang mau kuliah?”. Anak itu mengangguk sambil menunjukkan wajah kebingungan. Sang ibu kemudian memperkenalkan ibu muda itu sebagai direktur kepala cabang bank tersebut. Ibu direktur itu menenangkan sang ibu, dan berkata kepada si anak. “Ingat hari ini ya dik, perjuangan ibumu supaya kamu bisa diterima benar-benar membuat saya tersentuh. Belum pernah saya merogoh uang pribadi saya sendiri untuk membantu nasabah. Kamu harus belajar yang rajin ya, supaya kuliahnya tidak lama dan tidak membebani orang tua.”
Setelah berkata seperti itu, ibu direktur menyalami dan memeluk sang ibu. Tanpa sadar, ia meneteskan air mata. Si anak pun bergetar hebat dan terharu melihat kebaikan ibu direktur itu. Dan dia berjanji dalam hati untuk menuntaskan kuliahnya sesuai waktunya.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun berlalu, si anak selalu mengingat hari itu ketika masalah di perkuliahan menimpanya, ketika dosen membentaknya, ketika nilainya jeblok, atau ketika orang tuanya terlambat mengirimkan uang. Bagaimanapun ia harus berjuang. sampai akhirnya sekarang anak itu sudah menjadi seorang dokter.

Anak itu adalah aku.

Perjuangan baru saja dimulai.

Terima kasih ibu.
I love you..

Untuk para ibu yang membaca, selamat hari ibu..
kasih dan pengorbananmu tiada batas.

diambil dari http://perjalanansukses.wordpress.com/2011/03/14/perjuangan-seorang-ibu/
Read more >>

6 Kebohongan Ibu

Dari : Unknown source
Kebohongan Ibu
==============
Mama dlm hidupnya membuat 6 kebohongan.
1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, " Cepatlah makan, Mama tidak lapar."
2. Waktu makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "Mama tidak suka ikan, makanlah, nak.."
3. Tengah malam saat melihat dia sedang menjahit pakaian untuk mencari penghasilan buat keluarga, Ia berkata, " Cepatlah tidur, Mama masih belum ngantuk.."
4. Saat anak" sudah tamat dan bekerja di kota besar, mengirimkan uang untuk Mama. Ia juga berkata, "Mama masih punya uang."
5. Saat anak" sudah sukses, menjemput mamanya untuk tinggal di kota besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, Mama tidak terbiasa tinggal di sana."
6. Saat menjelang tua, mama sakit keras, hanya bisa beristirahat, anak"nya akan menangis, tetapi Mama masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, Mama tidak sakit."

Ini adalah kebohongan terakhir yang dibuat Mama. Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, Mama slalu menganggap kita anak kecil, mengkhawatirkan diri kita tapi tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya. Semoga semua anak" di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan Mama, setiap saat juga mensyukuri kebesaran seorang Mama.

Dipersembahkan untuk seluruh Mama di dunia.
Read more >>

11 Karakter Mertua

Konon, hubungan mertua-menantu perempuan selalu diwarnai konflik. Nah, bagaimana caranya agar kita terhindar dari konflik tersebut? Kenali karakter mertua Anda!

PENUH PERHATIAN
Biasanya, dia penuh perhatian dan kelewat peduli pada cucu. Selama tak mengganggu boleh saja. Tapi jika berlebihan, hati-hati. Pendidikan anak balita mutlak tanggung jawab orangtua. Anak akan bingung bila ada dua "peraturan" bertentangan. "Bila yakin prinsip Anda benar, jangan ragu mengatakannya. Tunjukkan sikap santun dan tidak menggurui. Bila perlu, minta bantuan suami," ujar psikolog Ieda Poernomo Sigit Sidi.

SOK KUASA
Mertua berusaha masuk dalam rumah tangga anaknya dengan berbagai cara, ikut campur dalam segala hal. "Modal" menghindari pengaruh buruknya adalah punya rumah sendiri. "Bisa cicilan atau kontrak karena itu satu-satunya cara agar Anda berdua bisa mengelola keluarga sendiri. Justru itulah tantangannya. Ingat, rumah tangga milik Anda berdua. Anda berdualah yang menentukan akan diapakan dan di bawa ke mana."


TUKANG NGERUMPI
Kita perlu ekstra hati-hati dan wajib menjaga jarak. Bila tidak, kita mesti tahan mendengarnya mengoceh segala hal, terutama kejelekan anak, menantu, atau cucunya, hingga terkesan mengadu domba. Kita pun harus mampu menahan diri untuk tak menimpali.

RAJIN MENGELUH
Bagi mertua, tak ada hari tanpa keluhan: sakit, tak punya duit, suami bikin jengkel, menantu pelit, atau pembantu bebal. Meladeninya melelahkan, tak menanggapi bisa dianggap menantu tak tahu diri. Cobalah menyesuaikan diri. Kenali kepribadian dan kebiasaan mertua. Dari situ kita bisa mengenali pola komunikasi yang cocok bila berhadapan dengannya sehingga tahu kapan dan bagaimana harus menanggapi keluhannya.

MATA DUITAN
Anak dianggapnya sebagai investasi sehingga ia selalu menuntut imbalan dan jasa. Ketika anaknya akan menikah, ia berhitung apakah akan tetap dapat jatah. Ia mengukur baik-tidaknya menantu dari seberapa sering dan besar memberi "upeti". Bila mau dan mampu, silakan memberi uang dan hadiah. Bila keberatan, buat kesepakatan dengan suami seberapa besar kesanggupan Anda.

PILIH KASIH
Jika suami anak kesayangan, bisa dipastikan kita ikut "ketiban" kasih sayang ibunya. Tapi kalau sebaliknya, bersiaplah "dimantutirikan". Tunjukkan Anda tak mau diistimewakan. Bila keadaan tak mungkin diperbaiki, dan kita menantu yang "ditirikan", terimalah keadaan dengan besar hati. "Tak perlu sakit hati. Jika kedatangan Anda cuma 'pengganjal' pintu depan ya tak perlu berakrab-akrab di dalam. Anda boleh tak pergi ke rumah mertua daripada datang hanya untuk menambah sakit hati."

ACUH TAK ACUH
Selagi kita dibelit masalah, jangankan memberi nasihat atau jalan keluar, mertua model begini akan acuh saja. Ia pun jarang telepon dan berkunjung. Kalau kita menelepon atau berkunjung, tanggapannya biasa saja. Menurut Ieda, sebetulnya malah enak punya mertua cuek. Ia merasa tugasnya mengurus anak sudah selesai. "Anda sama sekali tak boleh berujar, 'Si nenek sudah tua tapi masih jalan-jalan, dititipi cucu enggak mau.' Itu hak dia lho," tandas Ieda. Anda harus menghargai privasinya. Biarkan ia menikmati hidupnya."

BERMULUT MANIS
Di depan kita, ia rajin obral pujian dan kata manis. Tapi di belakang kita, segalanya berubah total. Begitulah mertua model ini, munafik. Sebagai anak, kita dan suami wajib mengingatkan. Tentu dengan cara santun karena orangtua tetap manusia yang punya kekurangan. "Tak perlu kecut menghadapinya. Kaji kembali opini yang membuat orang terjerat dalam ketakutan akan durhaka terhadap ibunya." Bila kita tak menegur atau mengingatkannya, kita justru membiarkannya terperosok lebih jauh.

MENEMPEL TERUS SAMA ANAK
Lantaran tak rela berpisah dengan anak istimewanya, kita sebagai menantu pun ikut "disandera" untuk tinggal di rumahnya. "Sampaikan terima kasih Anda bisa tinggal di situ karena memungkinkan Anda menabung agar bisa beli rumah," saran Ieda. Tapi tekad memiliki rumah sendiri harus terus dibicarakan dengan suami. Perlu dicari cara tak mencolok yang dapat mengundang prasangka dan memojokkan Anda.
SOK TAHU
Anda sering ditegur kala melakukan sesuatu untuk suami karena dianggap tak mengerti selera suami, seolah-olah cuma beliaulah yang tahu persis. "Perasaan memiliki secara berlebihan pada diri mertua terhadap anak lelakinya adalah salah satu pemicu konflik mertua-menantu," tuturnya. Sayangnya, orang sering lupa bahwa tugas orangtua cuma mendidik, membesarkan, dan mengantarkan sekaligus melepaskan si anak memasuki rumah tangganya sendiri.


PENUH PENGERTIAN
Saat tahu Anda hamil, ia "heboh" menyiapkan segala keperluan. Jika ia tahu kita butuh sesuatu, tahu-tahu kebutuhan itu dipenuhi. Kata Ieda, kita tak perlu risi sepanjang segala pemberiannya tulus. Sekalipun pemberiannya kurang berkenan di hati lantaran perbedaan selera, "Anda mesti pandai menenggang rasa." Yang penting, jangan terlena dan memanfaatkan kebaikannya. Sebagai tempat penitipan anak, misalnya. "Ingat, anak, keluarga, dan hidup Anda merupakan tanggung jawab Anda, bukan mertua!
Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/1903442-11-karakter-mertua/#ixzz1SQynLOnp
Read more >>

Surat Untuk Ibu...

Surat Untuk Ibu...

Ibuku sayang, aku mau cerita sama Ibu, tp ceritanya pake surat ya...
kan Ibusibuk, capek, pulang sdh malam... kalo aku byk ngomong, nanti Ibu marah2 kyk kemarin, aku jadi takut dan nangis..
Kalo pake surat Ibu kan bs sambil tiduran bacanya.
Bu, boleh gk aku minta ganti Mbak? Mba Jum suka galak...
Kalo aku gk mau makan, piringnya suka dibanting depan aku..
Kalo siang, aku disuruh tidur, ngga boleh main, pdhl Mbak kerjanya cm nonton sinetron aja...
Bukannya kata Ibu mbak itu untuk temenin aku main?
Aku pernah liat Mbak lg ngobrol sm tukang roti di teras rumah, pdhl kata Ibukan ngga boleh ada tukang2 yg msk rumah khan? Kalo aku bilang gitu sm mba, mba marah bgt dan ktnya kalo aku ngadu ke Ibu, mba mau berhenti kerja...

Kalo mbak berhenti kerja nanti Ibu repot ya.. Ibu gk bs kerja ya? Nanti gk ada yg jagain aku di rumah..?
Mbak ngga diganti jg gk papa deh, tp Ibu bilangin ke mbak ya, jgn suka galak sm aku, jgn suka pukul aku..
Ibu, mulai thn ini, Ulang Tahunku Ibu gk usah beli hadiah lg. Ibu gk usah beli baju & mainan mahal lagi..
Uangnya Ibu tabung aja, nanti kalo tabungan Ibu udh byk kan Ibu gk usah capek2 kerja lg... Gk papa kok gk dpt mainan baru. Lbh asyik main sm Ibu. Udah dulu ya bu, aku ngantuk.
Ibu jgn lupa makan, trus bobo. Kan bsk pagi2 hrs udh brgkt kerja.

I Love You, Mom...
Read more >>