Cari Artikel disini

Showing posts with label Info Perkawinan. Show all posts
Showing posts with label Info Perkawinan. Show all posts

Beda Usia Pasangan Ideal Adalah 6 Tahun

Usia bukan persoalan. Ada wanita yang memilih pasangan hidup pria lebih muda. Ada yang memilih duda dengan rentang usia lebih 10 tahun. Banyak pula yang berpasangan dengan pria seumuran. Namun, survei menunjukkan bahwa wanita cenderung lebih menyukap pria dengan jeda usia enam tahun lebih tua.

Situs kencan WhatsYourPrice.com, menggalang survei selama lima bulan untuk menentukan rentang umur ideal antara pria dan wanita untuk berkencan. Mereka menelaah lebih 100 ribu kencan pertama yang terjaring di situsnya.

Temuan ini harus perlu dipertimbangkan. Sebab, mereka yang terlibat dalam penelitian ini adalah pengguna situs, yang berorientasi bisnis. Analisis mereka juga hanya berdasar kencan online di mana kesan pertama memainkan peran utama.

Di WhatsYourPrice.com, pria yang ingin mengencani wanita berumur 10 tahun di bawahnya harus membayar 13 persen lebih mahal demi mendapatkan perhatian dari wanita incarannya. Semakin tua umur si pria, semakin mahal ia harus membayar. Pria yang beda 40 tahun dengan si wanita harus membayar 400 persen untuk menarik perhatiannya.

Survei lain menunjukkan bahwa perbedaan usia antara suami dan istri memengaruhi kelanggengan pernikahan. Survei yang dilakukan terhadap 1.074 pasangan menikah di Swiss selama lima tahun itu menunjukkan, pasangan pria yang memiliki usia lebih tua lebih tahan badai perceraian. Usia suami rata-rata lima tahun lebih tua daripada istrinya. Memiliki suami lebih tua juga dipandang ideal dari sisi seksualitas. Harapannya, saat pria mengalami masa 'puber kedua', istri masih bisa memenuhi kebutuhan suami dengan baik. Ini terkait dengan masa menopause yang menghadang wanita di usia senja.

Meski demikian, survei itu menegaskan bahwa pria dan wanita memilih pasangan hidup berdasarkan rasa cinta, dorongan seksual, persamaan pandangan hidup, dan norma-norma. Beberapa faktor seperti perbedaan usia, pendidikan dan asal, menurut ahli, hanya membantu menurunkan risiko perceraian di kemudian hari.(vivanews.com)
Read more >>

Sebuah Cerita Makna Cinta dan Pernikahan

Sebuah Cerita Makna Cinta dan Pernikahan

Suatu ketika plato terlibat perbincangan dengan dengan gurunya.... Plato menanyakan makna Cinta dan gurunya pun menjawab : "Masuklah kedalam hutan, pilih dan ambilah satu ranting yang menurutmu paling baik, tetapi engkau haruslah berjalan kedepan dan jangan kembali kebelakang. Pada saat kau memutuskan pilihanmu, keluarlah dari hutan dengan ranting tersebut".

Maka masuklah plato kedalam hutan dan keluarlah Plato tanpa membawa sebatang rantingpun. Gurunya pun bertanya, maka jawab Plato : "Saya sebenarnya sudah menemukan ranting yang bagus, tetapi saya berpikir barangkali didepan saya ada ranting yang lebih baik. Tetapi setelah saya berjalan kedepan ternyata ranting yang sudah saya tinggalkan tadilah yang terbaik.Maka saya keluar dari hutan tanpa membawa apa-apa".

Guru itupun berkata; "Itulah cinta". Kita selalu ingin mencari yang terbaik, terindah dan sesuai dengan yang kita harapkan….namun tanpa sadar justru kita tidak mendapatkan apa², sementara sang waktu akan terus berjalan.

Lalu plato pun bertanya apakah makna pernikahan?
Gurupun menjawab; "Sama seperti ranting tadi, namun kali ini engkau haruslah membawa satu pohon yang kau pikir paling baik dan bawalah keluar dari hutan."

Maka masuklah plato kedalam hutan dan keluarlah plato dengan membawa pohon yang tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu indah. Gurunya pun bertanya, maka jawab Plato : "Saya bertemu pohon yang indah daunnya, besar batangnya.... tetapi saya tak dapat memotongnya dan pastilah saya tak mampu membawanya keluar dari dalam hutan....akhirnya saya tinggalkan. Kemudian saya menemui pohon yang tidak terlalu buruk, tidak terlalu tinggi dan saya pikir mampu membawanya karena mungkin saya tidak mungkin menemui pohon seperti ini didepan sana. Akhirnya saya pilih pohon ini karena saya yakin mampu merawatnya dan menjadikannya indah."

Lalu sang guru berkata :"Itulah makna pernikahan". Begitu banyak pilihan didepan kita seperti pohon-pohon dan ranting-rantingnya didalam hutan. Tapi kita mesti menentukan satu pilihan karena kesempatan itu hanya satu kali. Kita harus terus maju seperti waktu yang beredar kedepan yang tidak pernah tersimpan pada hari semalam, kemarin atau bersemayam pada masa lalu kita.

Terkadang sulit bagi kita untuk menentukan, tapi pilihan harus tetap kita buat. Dan jangan pernah menyesal karena itu, meskipun hasilnya tidak sesuai yang kita harapkan semula. [http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10312762]
Read more >>

10 Tanda Kekasihmu Takut Menikah


1. Hubungan hanya untuk 'kebutuhannya'
Saat memiliki waktu luang, atau saat stres dan butuh hiburan serta ingin dimanja, ia akan menghubungi Anda. Dalam kondisi seperti ini, ia sepenuhnya 'milik' Anda. Tetapi, ketika Anda membutuhkannya, ia seringkali sulit dihubungi dengan berbagai alasan.

2. Rahasia

Dia mungkin mengatakan kepada Anda menonton pertandingan sepak bola. Tapi dia tak bercerita detil bagaimana serunya, atau pergi dengan siapa. Seperti ada hal-hal dalam hidupnya yang ingin ia rahasiakan.

3. Hubungan stagnan

Anda mungkin sudah menjalin hubungan dalam hitungan bulan atau mungkin bertahun-tahun, tetapi hubungan seperti 'jalan di tempat'. Tidak makin dekat, tidak makin intim atau tidak 'naik level'. Justru, terkadang muncul perasaan yang makin menjauh, karena Anda merasa tidak makin mengenalnya.

4. Tak pernah bertemu orangtuanya

Setelah sekian lama menjalin hubungan tetapi belum pernah bertemu dengan keluarga, apalagi orangtuanya. Ini bisa jadi pertanda kalau si dia tak ingin membuat hubungan menjadi lebih serius. Baginya, hubungan yang dijalani hanya antara dia dan Anda.

5. Ia sering jalan dengan banyak perempuan
Saat menghabiskan waktu bersama dengan teman prianya, selalu muncul kenalan perempuan baru. Jika ia tampak menikmati berkenalan dengan perempuan, bisa jadi 'jiwa bertualangnya' sangat besar. Agak sulit memang mengharapkannya terikat dalam sebuah komitmen.

6. Teman selalu jadi prioritas
Jadwal kegiatannya dipenuhi dengan menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Saat ia bersama Anda, berarti memang dia memang sedang 'libur' dengan temannya dan mengusir kesepiannya bersama Anda. Prioritas dalam hidupnya bukan Anda.

7. Berkata 'Aku suka menghabiskan waktu denganmu'

Berkali-kali ia mengatakan itu karena sengaja ingin membuat Anda 'melayang'. Tetapi faktanya, ia sulit sekali menyediakan waktu dan jarang sekali bersama Anda.

8. Merasa tidak percaya diri

Ia selalu merasa tak percaya diri kalau bisa menjadi suami dan ayah yang baik. Meskipun Anda selalu meyakinkannya, tetapi ia tetap tak percaya diri.

9. Tak sekalipun berpikir masa depan
Jika Anda memancing bahasan seputar masa depan, ia selalu berkilah. Atau, malah berujung pada konflik dan memancing emosinya.

10. Mengagumkan di ranjang

Jangan heran kalau dia kurang perhatian di luar kamar. Tetapi, di tempat tidur ia hanya memiliki Anda dan menjadi sangat 'fokus'.

Sumber: phylopop.com

Read more >>

Kapan Kawin? Jawaban Anda...


Masih sering mendengar pertanyaan itu yang akhirnya membuat Anda galau seharian?

Ya, bisa dipahami bahwa pertanyaan yang paling menyebalkan di usia jelang 30 tahun adalah "Kapan kawin?" Tak hanya Anda saja kok, banyak juga wanita yang mengalaminya. Bahkan juga kaum adam.

Seringkali saat menghadapi pertanyaan tersebut kita bisa bersikap santai dan cuek saja, namun ada kalanya pertanyaan itu menimbulkan perasaan sedih yang membuat kita galau seharian. Nah, ini dia trik menjawab pertanyaan 'kapan kawin' yang DIJAMIN bikin Anda terhindar dari galau.

"Segera..."

Jawaban singkat, jelas dan padat ini sekaligus sebuah tanda bahwa Anda tak ingin ditanya panjang lebar soal pernikahan. Bila si penanya masih nekat menegaskan kapan, tarik lengannya dan bisikan di telinganya "segera... jangan bilang siapa-siapa yah..."

"Eum... sebentar saya lihat jadwal dulu"

Jawaban ini tak pelak akan menimbulkan gelak tawa. Membuat orang tak lagi penasaran tentang status Anda yang masih single. Dan mencairkan suasana.

"Yes I do!"

Nah, jawaban ini khusus untuk dilontarkan bila sang penanya adalah pria (masih single dan tampan). Pastikan Anda menambahkan senyum malu-malu dan sedikit tundukkan kepala Anda. Well, sekalian flirting. Namanya juga usaha, ya kan?

"Ya tergantung kamu bisanya kapan..."

Jurus yang satu ini masih berlaku bila yang bertanya adalah pria gebetan Anda. Dan Anda berniat flirting padanya. Oya, sebelumnya kami ingatkan. Kami tidak menjamin bila kemudian ia langsung mengajak Anda berkencan ya. So, pastikan Anda selalu berdandan cantik ke manapun Anda pergi untuk bertemu dengan pangeran Anda ;)

"Yah kan mau dijadiin surprise kok kamu nanya sekarang sih..."

Bila si penanya adalah sosok teman SMA tukang gosip yang menyebalkan dan miss heboh, Anda wajib membuatnya lebih penasaran lagi. Dijamin, akhirnya ia akan gondok sendiri, berusaha selalu baik di depan Anda agar ia juga diundang ke pesta pernikahan Anda nantinya.

"Oh iya, nanti kasih tahu alamat kamu ya"

Kira-kira ada dua reaksi yang akan timbul bila Anda menjawabnya demikian. Yang pertama, "Ah serius kamu?" dan yang kedua dia akan memberikan alamatnya pada Anda.

"Iya, anak tante kemarin juga udah nanya kapan bisa melamar, tapi..."

Jawaban ini pernah diberikan oleh seorang team Woman saat seorang tante yang hobby menjodohkan orang bertanya kepadanya. Kontan saja si tante terkejut, karena anaknya sudah menikah dan memberikannya cucu yang lucu-lucu. Setelah itu, ia tertawa sambil mencubit lengan si tante yang nyaris jantungan. "Ah tante, kan cuma bercanda. Jangan terlalu serius gitu ah..."

Nah, gitu dong tertawa. Katanya saat tertawa jodoh akan semakin didekatkan lho. Menghadapi pertanyaan yang membuat Anda stress hendaknya tidak ditanggapi dengan serius, apalagi sampai membuat Anda bete dan galau seharian. Percaya saja bahwa jodoh di tangan Tuhan. Dan tepat pada waktunya Anda akan bertemu dengan sosok yang tepat. Jadi, pastikan Anda eksis di kegiatan positif bersama teman-teman baru, siapa tahu jodoh Anda ada di sana.
Read more >>

11 Karakter Mertua

Konon, hubungan mertua-menantu perempuan selalu diwarnai konflik. Nah, bagaimana caranya agar kita terhindar dari konflik tersebut? Kenali karakter mertua Anda!

PENUH PERHATIAN
Biasanya, dia penuh perhatian dan kelewat peduli pada cucu. Selama tak mengganggu boleh saja. Tapi jika berlebihan, hati-hati. Pendidikan anak balita mutlak tanggung jawab orangtua. Anak akan bingung bila ada dua "peraturan" bertentangan. "Bila yakin prinsip Anda benar, jangan ragu mengatakannya. Tunjukkan sikap santun dan tidak menggurui. Bila perlu, minta bantuan suami," ujar psikolog Ieda Poernomo Sigit Sidi.

SOK KUASA
Mertua berusaha masuk dalam rumah tangga anaknya dengan berbagai cara, ikut campur dalam segala hal. "Modal" menghindari pengaruh buruknya adalah punya rumah sendiri. "Bisa cicilan atau kontrak karena itu satu-satunya cara agar Anda berdua bisa mengelola keluarga sendiri. Justru itulah tantangannya. Ingat, rumah tangga milik Anda berdua. Anda berdualah yang menentukan akan diapakan dan di bawa ke mana."


TUKANG NGERUMPI
Kita perlu ekstra hati-hati dan wajib menjaga jarak. Bila tidak, kita mesti tahan mendengarnya mengoceh segala hal, terutama kejelekan anak, menantu, atau cucunya, hingga terkesan mengadu domba. Kita pun harus mampu menahan diri untuk tak menimpali.

RAJIN MENGELUH
Bagi mertua, tak ada hari tanpa keluhan: sakit, tak punya duit, suami bikin jengkel, menantu pelit, atau pembantu bebal. Meladeninya melelahkan, tak menanggapi bisa dianggap menantu tak tahu diri. Cobalah menyesuaikan diri. Kenali kepribadian dan kebiasaan mertua. Dari situ kita bisa mengenali pola komunikasi yang cocok bila berhadapan dengannya sehingga tahu kapan dan bagaimana harus menanggapi keluhannya.

MATA DUITAN
Anak dianggapnya sebagai investasi sehingga ia selalu menuntut imbalan dan jasa. Ketika anaknya akan menikah, ia berhitung apakah akan tetap dapat jatah. Ia mengukur baik-tidaknya menantu dari seberapa sering dan besar memberi "upeti". Bila mau dan mampu, silakan memberi uang dan hadiah. Bila keberatan, buat kesepakatan dengan suami seberapa besar kesanggupan Anda.

PILIH KASIH
Jika suami anak kesayangan, bisa dipastikan kita ikut "ketiban" kasih sayang ibunya. Tapi kalau sebaliknya, bersiaplah "dimantutirikan". Tunjukkan Anda tak mau diistimewakan. Bila keadaan tak mungkin diperbaiki, dan kita menantu yang "ditirikan", terimalah keadaan dengan besar hati. "Tak perlu sakit hati. Jika kedatangan Anda cuma 'pengganjal' pintu depan ya tak perlu berakrab-akrab di dalam. Anda boleh tak pergi ke rumah mertua daripada datang hanya untuk menambah sakit hati."

ACUH TAK ACUH
Selagi kita dibelit masalah, jangankan memberi nasihat atau jalan keluar, mertua model begini akan acuh saja. Ia pun jarang telepon dan berkunjung. Kalau kita menelepon atau berkunjung, tanggapannya biasa saja. Menurut Ieda, sebetulnya malah enak punya mertua cuek. Ia merasa tugasnya mengurus anak sudah selesai. "Anda sama sekali tak boleh berujar, 'Si nenek sudah tua tapi masih jalan-jalan, dititipi cucu enggak mau.' Itu hak dia lho," tandas Ieda. Anda harus menghargai privasinya. Biarkan ia menikmati hidupnya."

BERMULUT MANIS
Di depan kita, ia rajin obral pujian dan kata manis. Tapi di belakang kita, segalanya berubah total. Begitulah mertua model ini, munafik. Sebagai anak, kita dan suami wajib mengingatkan. Tentu dengan cara santun karena orangtua tetap manusia yang punya kekurangan. "Tak perlu kecut menghadapinya. Kaji kembali opini yang membuat orang terjerat dalam ketakutan akan durhaka terhadap ibunya." Bila kita tak menegur atau mengingatkannya, kita justru membiarkannya terperosok lebih jauh.

MENEMPEL TERUS SAMA ANAK
Lantaran tak rela berpisah dengan anak istimewanya, kita sebagai menantu pun ikut "disandera" untuk tinggal di rumahnya. "Sampaikan terima kasih Anda bisa tinggal di situ karena memungkinkan Anda menabung agar bisa beli rumah," saran Ieda. Tapi tekad memiliki rumah sendiri harus terus dibicarakan dengan suami. Perlu dicari cara tak mencolok yang dapat mengundang prasangka dan memojokkan Anda.
SOK TAHU
Anda sering ditegur kala melakukan sesuatu untuk suami karena dianggap tak mengerti selera suami, seolah-olah cuma beliaulah yang tahu persis. "Perasaan memiliki secara berlebihan pada diri mertua terhadap anak lelakinya adalah salah satu pemicu konflik mertua-menantu," tuturnya. Sayangnya, orang sering lupa bahwa tugas orangtua cuma mendidik, membesarkan, dan mengantarkan sekaligus melepaskan si anak memasuki rumah tangganya sendiri.


PENUH PENGERTIAN
Saat tahu Anda hamil, ia "heboh" menyiapkan segala keperluan. Jika ia tahu kita butuh sesuatu, tahu-tahu kebutuhan itu dipenuhi. Kata Ieda, kita tak perlu risi sepanjang segala pemberiannya tulus. Sekalipun pemberiannya kurang berkenan di hati lantaran perbedaan selera, "Anda mesti pandai menenggang rasa." Yang penting, jangan terlena dan memanfaatkan kebaikannya. Sebagai tempat penitipan anak, misalnya. "Ingat, anak, keluarga, dan hidup Anda merupakan tanggung jawab Anda, bukan mertua!
Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/1903442-11-karakter-mertua/#ixzz1SQynLOnp
Read more >>