Cari Artikel disini

Mau Jadi Pramugari Garuda, Diraba Dulu Payudaranya?

Maskapai Garuda Indonesia sedang menjadi sorotan dunia. Gara-gara metode perekrutan pramugari yang dinilai cabul. Para calon awak kabin diminta melepas pakaian sampai setengah telanjang, dan maaf, diraba di bagian dada.

Menurut sumber kepada Korea Times, Rabu 24 Agustus malam, skandal ini berawal dari lowongan pekerjaan pramugari Garuda yang dikeluarkan Juni 2011 lalu. Maskapai ini berencana merekrut 18 pramugari. Lowongan ini menarik perhatian ratusan gadis Korea.

Setelah lolos tes tertulis wawancara awal, mereka yang lolos menjalani tes fisik dan medis dilaksanakan Juli lalu.

Selama pemeriksaan, para calon perempuan diminta melepas pakaian, kecuali pakaian dalam mereka pakai, dan berbaring di atas meja. Lalu, seorang dokter Indonesia berusia setengah baya datang ke ruang pemeriksaan -- menyentuh dada dan bagian lain untuk memastikan para calon tidak memiliki implan payudara dan benda-benda artifisial lain di tubuhnya.

Pihak Garuda Indonesia di Korea, Park Seung-hyun, membantah pemberitaan tersebut. "Ketika para kandidat berbaring di meja pemeriksaan, tubuh mereka ditutupi selimut. Perusahaan telah terlebih dahulu meminta persetujuan mereka," kata dia.

Selain itu, "dokter Indonesia tidak 'menyentuh', namun hanya menekan dada para perempuan untuk memastikan mereka tidak melakukan operasi pembesaran payudara."

Saat tes dilakukan, tambah dia, dokter didampingi pegawai perempuan Garuda Indonesia. Ia menekankan, tak ada pelecehan seksual seperti yang ramai diberitakan media. "Sejumlah media membesar-besarkan apa yang terjadi untuk merusak reputasi Garuda Indonesia. Kami sedang menyiapkan gugatan pencemaran nama baik bagi mereka yang memberi informasi salah kepada publik," tambah Park.

Informasi soal tes kesehatan Garuda juga menjadi sorotan. Salah satu juru bicara maskapai domestik Korea menyesalkan, jika benar itu prosedur yang dilakukan Garuda. "Tidak masuk akal melibatkan dokter pria dalam pemeriksaan fisik kandidat calon pramugari," kata dia.

Dia menambahkan, calon pramugari biasanya diperiksa oleh dokter perempuan di fasilitas medis yang ditunjuk. Para calon juga memakai sejenis jubah untuk menutupi tubuh mereka. Pemeriksaan payudara juga bisa dilakukan dengan Sinar-X.

Sementara, seorang pramugari sebuah maskapai asing, kepada Yonhap, mengatakan, pemeriksaan seperti itu masuk kategori penghinaan dan tak manusiawi.

Kabar tak sedap soal metode perekrutan Garuda di Korsel juga memancing reaksi dari organisasi hak asasi manusia Korea. Salah satunya bahkan mengancam akan memboikot Garuda. "Insiden itu masuk kategori pelecehan seksual. Sangat keterlaluan, dada perempuan muda disentuh pria setengah baya. Ada banyak cara untuk mengecek apakah seseorang memiliki implan payudara," kata Baek Su-min, koordinator Persatuan Perempuan Korea, Korean Women's Association United.

"Baek menambahkan, organisasinya sedang berkonsultasi dengan LSM lainnya untuk merespon insiden ini. "Kami secara serius sedang mempertimbangkan kampanye boikot terhadap Garuda Indonesia. Kami bahkan akan mengunjungi kantor pusat maskapai, untuk menyampaikan protes."

Skandal yang terjadi di kantor cabang Garuda di Korea Selatan ramai diberitakan media asing. Tak hanya Korea, kabar itu juga diteruskan media sejumlah negara seperti Daily Mail asal Inggris, sejumlah media Australia, seperti News.com.au, Sydney Morning Herald, dan The Age. Juga Bangkok Post, Times India, The Financial Express. Tak ketinggalan media Afrika, News 24 South Africa.

Sementara dari Indonesia, Wakil Presiden Komunikasi Korporat Garuda Indonesia Pujobroto membantah keras tudingan pelecehan seksual.

"Tidak benar itu jika ada yang melakukan pelecehan. Proses pemeriksaan kesehatan dilakukan sesuai standar kesehatan. Dokter melakukan tugasnya sesuai standar profesinya dan terikat sumpah," katanya , Rabu, 24 Agustus 2011. [source]










Artikel Terkait